Ridwan Kamil Dorong Kampanye Digital Pada Pilkada Serentak 2020

www.juarajabar.com BANDUNG – Kampanye adalah sebuah tindakan dan usaha yang bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan, usaha kampanye bisa dilakukan oleh peorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok, kampanye biasa juga dilakukan guna memengaruhi, penghambatan, pembelokan pecapaian. Dalam sistem politik demokrasi, kampanye politis berdaya mengacu pada kampanye elektoral pencapaian dukungan, di mana wakil terpilih atau referenda diputuskan.

Adapun, kampanye digital dapat menjadi solusi untuk mencegah munculkan klaster penularan Covid-19 Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, pandemi Covid-19 memaksa pasangan calon kepala daerah di delapan daerah Jabar berinovasi saat masa kampanye.

“Covid-19 memaksa kita harus melakukan segala hal dengan digital. Termasuk kampanye. Jadi silakan beradaptasi,” kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, melalui siaran digital, Sabtu (24/10/2020).

Menurut Kang Emil, kegiatan pengumpulan massa yang berpotensi menciptakan kerumunan mesti ditekan. Interaksi calon pasangan dengan calon pemilih dapat dilakukan intensif di ranah digital.

Selain itu, kualitas Pilkada di delapan kabupaten kota di Jabar mesti dijaga lewat kampanye positif. Artinya, tidak menjatuhkan calon pasangan lain dengan membuat informasi bohong (hoaks) maupun menjelek-jelekkan.

“Saya ingin Pilkada kondusif. Zero incident, zero complain. Dimulai dari pemimpinnya dulu untuk memastikan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN),” ucapnya.

Kang Emil mengatakan, kebersamaan semua pihak, mulai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sampai calon pasangan, dan keterlibatan masyarakat, menjadi kunci keberhasilan Pilkada.

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pangandaran Dani Ramdan menyatakan, semua tahapan pilkada sudah dilakukan. Saat ini, kata ia, Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama KPU, dan stakeholders lain intens meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Dengan adanya pandemi COVID-19, tantangannya adalah sosialisasi ke masyarakat belum maksimal,” kata Dani.

Guna meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus mencegah penularan COVID-19, Pemkab Pangandaran akan melakukan pengetesan COVID-19 kepada pemudik untuk berpartisipasi dalam Pilkada Serentak 2020.

“Tracing dan testing sudah disiapkan KPU Pangandaran. Testing juga akan dilakukan bagi pemudik yang akan memilih. Supaya mereka datang dan pulang dipastikan tidak membawa virus,” ucapnya.

Selain itu, Dani memastikan netralitas ASN di lingkungan Pemkab Pangandaran dalam Pilkada Serentak 2020.

Adapun daerah yang menggelar Pilkada Serentak 2020 di Jabar, yakni Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan Kota Depok.

Share this post

scroll to top