Relawan Penanganan Percepatan Covid-19 Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bandung telah mencapai garis finish

ir-yyyn.png

Ketua MPC PP Kota Bandung Bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Nasional Letnan Jenderal TNI Doni Monardo

Kota Bandung – Dunia saat ini sedang digemparkan dengan adanya virus baru yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok. Virus covid-19 atau lebih dikenal dengan virus corona mulai menjadi momok menyeramkan bagi masyarakat terutama masyarakat China pada akhir tahun lalu. Virus ini mulai memasuki Indonesia pada pertengahan bulan Maret . Dan menjadi tranding topik beberapa minggu belakangan ini.

World Health Organization (WHO) akhirnya menetapkan kejadian ini sebagai pandemi setelah 114 negata tercatat memiliki kasus virus ini. Di Indonesia dalam kurun waktu kurang dari satu bulan saja sudah ada 450 orang positif terjangkit viris covid-19 dengan jumlah kematian 38 orang dan yang dinyatakan sembuh sebanyak 20 orang .

Hal ini membuat Indonesia harus mengambil langkah cepat untuk menekan penyebaran virus covid-19 ini. Langkah yang diambil oleh pemerintah saat ini adalah dengan melakukan social distancing kepada masyarakat dimana kebijakan ini diharapkan akan meminimalisir penyebaran virus ini. Adapun di Kota Bandung Pencegahan Covid-19 oleh Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila Bekerja Sama Dengan Indika Foundation dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana masih terus berlanjut. Mereka terus saling mengingatkan dan menguatkan dalam hal penanganan pencegahan penyebaran covid-19 ini.

Rangkaian dari pelaksanaan penanganan pencegahaan covid-19 yang dilaksanakan oleh Gugus Tugas Task Force Relawan Penanganan Percepatan Covid-19 Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bandung telah mencapai garis finish, aksi kemanusiaan yang diprakarsai oleh Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Bekerja sama dengan INDIKA Foundatian dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana serta didukung oleh Kideco dan Petrosea yang terfokus pada pembagian paket sembako, penyemprotan disinfektan indoor maupun outdoor, pembagian masker, hand sanitizer dan vitamin C, distribusi Alat Pelindung Diri ke beberapa Puskesmas, serta pemasangan baligo dan spanduk hidup sehat dan gotong royong.


Rizky Yanuar selaku Ketua Gugus Tugas mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mensukseskan rangkaian kegiatan tersebut, khususnya kepada Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bandung yang tak kenal lelah mensupport dan selalu siap kapanpun untuk membimbing gugus tugas, Gugus Tugas Nasional Pemuda Pancasila dan Gugus Tugas Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Barat, Indika Foundation, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kideco, Petrosea, serta seluruh tim relawa yang telah bekerja tanpa kenal lelah dan selalu bersemangat dalam menunaikan tugas kemanusiaan tersebut.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bandung Bpk. Ir. Yayan Suherlan yang menyambut kedatangan tim mengatakan bahwa Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kota Bandung berkomitmen untuk berperan aktif dan produktif dalam setiap upaya menyelesaikan setiap persoalan di Kota Bandung.

“Sebagai salah satu ormas dengan basis massa yang cukup besar, kami ingin menampilkan Pemuda Pancasila Kota Bandung lebih santun, menjunjung tinggi budi pekerti luhur dan akhlak mulia. Sehingga dapat merubah image bahwa pemuda pancasila kota Bandung tidak hanya kuat otot dan kuantitas anggotanya yang banyak tetapi didukung juga oleh kualitas dalam setiap kiprah dan langkah perjuangannya” tutur Yayan.

Yayan menambahkan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila kota Bandung siap menjadi partner sekaligus mitra pembangunan yang tidak hanya mampu dan gagah dalam kuantitas tapi juga kualitas.

Dengan segala keterbatasannya upaya yang dilakukan Majelis Pimpinan Cabang Pemuda pancasila Kota Bandung diantaranya adalah melakukan penyuluhan-penyuluhanan terkait Covid 19 karena ketidaktahuan dan keterbatasan wawasan covid 19 menjadi sangat berbahaya, penyemprotan, pembagian desinfektan dan masker secara gratis, pemberian bantuan dalam bentuk sembako, program pengamana lingkungan, program penyuluhan dan pelaksanaan program ketahanan pangan serta program2 lainnya meski sejujurnya program tersebut seperti menabur garam di lautan.

harapan terbesarnya yaitu dapat dukungan dari pemerintah dalam upaya melaksanakan Program Dapur Umum ditingkat basis yang melibatkan masyarakat dengan pertimbangan :

1. Bantuan pemerintah merata dan tidak berfihak apalagi dalam menghadapi Covid 19 ini memakai istilah perang.

2. Bantuan akan lebih efektip dan effisien karena dikelola oleh Dapur Umum yg melibatkan masyarakat ditingkat basis.

3. Masyarakat yg lebih mampu akan lebih respect memberikan bantuan karena jelas Dapur Umumnya di depan mata.

4. Para petani dan pengebun akan lebih diuntungkan karena bisa memasok Dapur Umum, bukan malah menguntungkan para saudagar/bandar sembako.

5. Kelemahan pendataan masyarakat terdampak yang selama ini sudah menjadi rahasia umum sudah tidak menjadi masalah lagi dengan adanya keterlibatan masyarakat ditingkat basis.

6. yang terpenting dari semua point di atas Dapur Umum di tingkat basis bisa dijadikan posko pendataan penyebaran Covid 19 karena basislah yang lebih tahu kemana dan darimana orang beraktifitas.

Share this post

scroll to top