Rebutan Lem Aibon, Pengamen di Karawang Tega Jerat Mati Teman Sendiri

USA alias F (19) tega membunuh SI (17) secara sadis hanya gegara rebutan lem aibon. Secara sadis pelaku melakukan pembunuhan mulai dari memukul hingga menjerat leher yang berujung tewasnya korban.

Berdasarkan keterangan dari polisi pelaku dan korban memiliki hubungan pertemanan. Mereka dikenal sebagai anak jalanan yang kerap menghisap lem aibon untuk teler.

“Keduanya anak jalanan, tapi pelaku sering kelihatan mengamen di Cikampek,” kata Kapolres Karawang AKBP Arif Rachman Arifin saat jumpa pers di Mapolres Karawang, .

Kejadian keji itu bermula saat pelaku, USA alias F, memutuskan beristirahat dan menghibur diri Jumat (7/2/2020) malam. Seperti biasanya, pengamen ini merogoh kocek Rp 20 ribu untuk membeli empat kaleng lem aibon.

USA kemudian bergegas ke gudang sinyal di Stasiun Cikampek Karawang. Di sana, adalah satu dari beberapa tempat favorit USA teler dan menghisap aibon tanpa merasa terganggu.

Di dekat gedung sinyal, ia melihat korban, inisial SI (17), tengah asyik menghisap lem aibon. Keduanya lalu teler bersama

Lantaran bersahabat kental, USA memberikan dua kaleng aibon kepada SI. Mulanya, pesta aibon itu berlangsung damai, namun situasi berubah ketika SI meminta lagi lem aibon kepada USA.

“Beberapa menit kemudian, korban kembali meminta lem aibon kepada pelaku. Pelaku menolak memberi karena sebelumnya korban sudah diberi dua botol,” kata Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan di Mapolres Karawang, Senin (17/2/2020).

Meski telah ditolak, korban yang tengah teler kembali meminta jatah aibon kepada USA. Hal itu lantas membuat USA jengkel. “Tersangka kemudian kesal dan melakukan kekerasan kepada korban,” kata Bimantoro.

USA lantas memberi bogem mentah ke wajah SI. Setelah bertubi-tubi, setelah kurang lebih 20 pukulan, pelaku kemudian meraih batu dan menghantam rahang korban dua kali. Entah apa yang merasuki tersangka, ia kemudian meraih batu bata dan mengarahkan ke kepala SI sebanyak tiga kali.

“Tersangka kemudian menarik dan mengikat leher korban menggunakan ikat pinggang. Pelaku kemudian menarik dan mengikatkan sabuk ke besi pondasi pagar. Setelah itu korban tewas,” ujar Bimantoro.

Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyita barang bukti tiga botol lem aibon. Bimantoro menuturkan, tiga botol lem aibon tersebut jadi petunjuk polisi mengungkap motif pembunuhan kepada korban.

“Tiga botol lem aibon ini jadi petunjuk bagi kami. Hasil penyelidikan, tewasnya korban terkait dengan tiga lem aibon tersebut,” ujarnya.

Share this post

scroll to top