Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Zero New Stunting
Bandung - Kamis, 16 Juli 2026

Foto : ratih ratnasari
juarajabar.com – Pemerintah Kota Bandung menegaskan komitmennya menekan angka stunting melalui kolaborasi berbagai sektor. Penanganan stunting dinilai tidak cukup hanya mengandalkan program kesehatan, tetapi harus melibatkan berbagai unsur pemerintahan hingga masyarakat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, persoalan stunting merupakan masalah yang kompleks karena dipengaruhi banyak faktor di luar persoalan gizi. Oleh sebab itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
Menurut Farhan, kualitas sanitasi, lingkungan, udara, serta sumber air memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Karena itu, setiap perangkat daerah diminta mengambil peran sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Bandung masih mencapai 22,8 persen. Angka tersebut masih berada di atas target nasional sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Farhan menjelaskan, Kota Bandung tidak mengalami kekurangan pasokan pangan karena kebutuhan bahan makanan dipenuhi dari sedikitnya 16 provinsi di Indonesia. Kondisi itu menunjukkan bahwa penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan makanan.
Pemerintah juga menemukan masih adanya sekitar 27 persen rumah tangga yang belum memiliki tangki septik yang memenuhi standar. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Untuk mempercepat penanganan, Farhan meminta seluruh camat dan lurah melakukan identifikasi persoalan di wilayah masing-masing. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah.
Selain itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana diminta mengoptimalkan Dapur Dahsyat di setiap kelurahan sebagai pusat penyediaan makanan bergizi bagi kelompok rentan, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Di sisi lain, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga akan melakukan pemetaan kualitas air sungai serta pengujian kandungan bakteri Escherichia coli sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas kesehatan lingkungan di Kota Bandung.
Farhan menegaskan bahwa target Zero New Stunting bukanlah sesuatu yang dapat dicapai secara instan. Menurutnya, keberhasilan program membutuhkan evaluasi rutin, penggunaan data yang akurat, serta komitmen seluruh pihak untuk bekerja bersama dalam menekan angka stunting di Kota Bandung.
Penulis/Pewarta: ratih ratnasari
Editor: ratih ratnasari
©JUARAJABAR.COM 2026